- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Indah Alam Asri
MeInformasi,Diskusi&Bertukar Pikiran
3 Desember 2017
Potensi Pertambangan Mineral Logam di Wonogiri
Sejalan dengan pencanangan tahun 2011 oleh Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, sebagai tahun investasi, kegiatan pertambangan di Kabupaten Wonogiri semakin menampakkan kiprahnya. Beberapa minggu yang lalu, telah menghiasi headline Solopos “Ladang Emas di Wonogiri”. Berita yang bersumber dari release Augur Resources Ltd itu telah menghebohkan seluruh Solo Raya dan sekitarnya. Namun demikian berita tersebut bukan tanpa dasar, karena ada sumber berita yang jelas, meski masih perlu penelaahan lebih lanjut. Namun demikian dari data yang ada, keberadaan potensi emas di Wonogiri (Selogiri) terbukti menjanjikan.
Emas di Selogiri bukan satu-satunya potensi yang patut dikembangkan. Masih ada potensi lain di Jatiroto yang sampai saat ini dalam tahap eksplorasi oleh PT. Antam Tbk. Belakangan telah ditemukan juga di Desa Hargosari, urat Cu-Au selebar 1 m dengan panjang sekitar 750 m – 1 km. Juga penemuan urat-urat emas di Girimarto dan Sidoharjo yang sebelumnya belum masuk ke data potensi kabupaten Wonogiri.
Berita lain yang cukup menggembirakan adalah semakin aktifnya pemegang IUP yang dalam tahun 2010 kurang ada gregetnya. Diantaranya IUP Operasi Produksi PT. Bara Petro Sakti. Sejak awal tahun 2011 telah memulai lagi kegiatannya. PT. Bara Petro Sakti saat ini sedang melakukan tespit di Ngijo Karangtengah, setelah beberapa waktu yang lalu melakukan survey geofisika. Hasil survey geofisika sebenarnya merekomendasikan pemboran eksplorasi di beberapatempat dengan kedalaman yang cukup dangkal, yaitu sekitar 20 m. Dengan rekomendas tersebut, PT. Bara Petro Sakti memutuskan untuk membuat tespit di beberapa tempat dengan pertimbangan lebih ekonomis. Hasil tespit di tiga lokasi cukup menggembirakan. Dengan kedalaman 5 m telah ditemukan kandungan mineral galena dalam bentuk bongkah-bongkah yang cukup signifikan. Data ini cukup menggembirakan dan akan dilakukan lebih detil pada lubang-lubang yang lain.
Satu lagi, berita yang cukup menggembirakan adalah akan segera dimulainya kegiatan operasi produksi PT. Hargosari Golden Mining, meneruskan operasi produksi yang dulu dilakukan oleh CV. Nur Alam Sejahtera di Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo.
Kegiatan-kegiatan itu memberikan secercah harapan bagi masyarakat Wonogiri, agar tercipta tricle down effect dari kegiatan pertambangan. Namun demikian ada hal-hal yang perlu diwaspadai dari makin semaraknya kegiatan pertambangan ini, yaitu bagaimana Pemkab Wonogiri, dalam hal ini Dinas PESDM sebagai dinas yang membidangi bidang pertambangan, dapat melakukan pengawasan secara teliti, sehingga kegiatan tersebut dapat betul-betul membawa manfaat bagi masyarakat dan pemkab Wonogiri.
Potensi Semen Wonogiri
Di masa depan, bukan hal yang mustahil, bila Kabupaten Wonogiri memiliki industri semen. Hal ini karena Wonogiri memiliki potensi bahan galian mineral non logam dan batuan yang cukup melimpah.
Menurut catatan hasil inventarisasi bahan galian Dinas PESDM Kabupaten Wonogiri, potensi batugamping di daerah ini mencapai 3,5 milyard m3, Tanah liat 275,8 juta m3, dan pasir kuarsa 1,5 juta m3. Belum lagi berdasarkan pengamatan, masih terdapat beberapa lokasi yang belum tercatat pada saat inventarisasi, seperti halnya lapukan Dasit di Purwantoro yang mengandung silika cukup tinggi.
Hanya saja, potensi batugamping yang melimpah tersebut sebagian besar tidak bisa ditambang, karena adanya zonasi karst kelas 1, sehingga sebagian besar termasuk ke dalam kawasan lindung.
Namun demikian bukan berarti Wonogiri bakal tidak bisa dibangun industri semen. Berdasarkan perhitungan luasan, Batugamping di luar zonasi karst kelas 1 di Wonogiri masih melampar seluas lebih dari 14.000 hektar. Dengan demikian, sangat masuk akal apabila di Wonogiri kelak benar-benar terwujud impian adanya pabrik Semen Wonogiri, seperti halnya pada gambar di atas.
I. POTENSI SUMBERDAYA MINERAL:
A. Mineral Logam :
NO
|
JENIS/KOMODITI
|
POTENSI
|
LOKASI (Kecamatan)
|
1
|
EMAS
|
1.021.893 ton (ore)
|
Selogiri, Jatiroto, Karangtengah, Tirtomoyo
|
2
|
TEMBAGA
|
21.561 ton
|
Jatiroto,Tirtomoyo, Karangtengah
|
3
|
TIMBAL
|
60.642 ton
|
Karangtengah,Tirtomoyo, Kismantoro
|
4
|
SENG
|
40.449 ton
|
Karangtengah, Tirtomoyo
|
5
|
MANGAN
|
33.000 ton
|
Eromoko, Baturetno, Batuwarno
|
B. Mineral Bukan Logam dan Batuan
| |||
NO
|
JENIS/KOMODITI
|
POTENSI
|
LOKASI (Kecamatan)
|
1
|
BATUGAMPING
|
3.599.000.000 m3
|
Eromoko, Pracimantoro Paranggupito, Giritontro, Giriwoyo, Baturetno, Batuwarno, PuhPelem
|
2
|
ANDESIT
|
1.379.300.000 m3
|
Selogiri, Wonogiri, Ngadirojo, Jatiroto, Manyaran, Giriwoyo
|
3
|
TRASS
|
115.500.000 m3
|
Puhpelem, Bulukerto, Girimarto
|
4
|
LEMPUNG
|
275.878.050 m3
|
Tirtomoyo, PuhPelem, Bulukerto
|
5
|
PASIR KUARSA
|
1.540.000 m3
|
Batuwarno, Karangtengah
|
6
|
DASIT
|
439.400 m3
|
Purwantoro
|
7
|
SIRTU
|
245.000 m3
|
Nguntoronadi Puhpelem, Purwantoro, Giriwoyo, Bulukerto
|
8
|
BENTONIT
|
700.000 ton
|
Giriwoyo
|
9
|
KAOLIN
|
46.000 m3
|
Tirtomoyo dan Karangtengah
|
10
|
KALSIT
|
64.000 m3
|
Eromoko, Pracimantoro
|
II. PENGUSAHAAN SUMBERDAYA MINERAL:
No
|
PERUSAHAAN
|
JENIS IZIN
|
LUAS
(Ha)
|
JENIS BAHAN
GALIAN
|
1
|
CV. Nur Alam Sejahtera
|
IUP Operasi Produksi
|
1.000
|
Galena
|
2
|
CV. Putra Kahyangan
Tirtomoyo
|
IUP Operasi Produksi
|
1.000
|
Galena
|
3
|
CV. Putra Kahyangan
Tirtomoyo
|
IUP Eksplorasi
|
1.000
|
Galena
|
4
|
PT. Bara Petro Sakti
|
IUP Operasi Produksi
|
1.000
|
Galena
|
5
|
PT. Tirtomoyo Murni
Abadi
|
IUP Eksplorasi
|
2.000
|
Tembaga
|
6
|
PT. Aneka Tambang
|
IUP Eksplorasi
|
5.711
|
Emas
|
7
|
PT. Alexis Perdana
Minerals
|
IUP Eksplorasi
|
3928
|
Emas
|
8
|
Selatan Arc Minerals
|
IUP Eksplorasi
|
7.295
|
Emas
|
9
|
CV. Margahayu
Manunggal
|
IUP Eksplorasi
|
84
|
Mangan
|
10
|
CV. Samodera Pasir
|
IUP Operasi Produksi
|
0,35
|
Trass
|
11
|
CV. Putra Anugerah
|
IUP Operasi Produksi
|
0,9
|
Trass
|
12
|
SARYANTO
|
IUP Operasi Produksi
|
2,5
|
Dasit
|
Keterangan:
- Diantara 3 pemegang IUP Operasi Produksi mineral logam, baru CV. Nur Alam Sejahtera yang telah berproduksi dengan jumlah produksi sebesar 900 ton. Penambangan dilakukan secara manual.
- Pemegang IUP Operasi Produksi mineral logam yang membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan investor lain adalah CV. Nur Alam Sejahtera dan PT. Bara Petro Sakti dalam hal pendanaan dan teknologi.
- Pemegang IUP Eksplorasi Mineral Logam yang membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan investor lain adalah PT. Tirtomoyo Murni Abadi.
- Pemegang IUP Operasi Produksi Batuan yang membuka kesempatan untuk bekerjasama adalah CV. Samodera Pasir.
III. RENCANA PENGEMBANGAN DALAM WAKTU 5 TAHUN KE DEPAN
1. Mineral Logam :
- Peningkatan Eksplorasi menjadi Operasi Produksi
- Pelelangan Daerah Potensial yang masih kosong (belum diberikan IUP), menunggu regulasi.
2. Mineral non logam dan Batuan
- Trass : sebagai pengganti pasir merapi sangat potensial untuk dikembangkan;
- Andesit yang berada di luar sungai sangat potensial untuk bahan bangunan dan memiliki demand yang cukup besar.
- Batugamping, Tanah Liat dan Pasir Kuarsa untuk industri semen.
Postingan populer dari blog ini
Mengenal Kalsedon
Mengenal Batu Chalcedony (Kalsedon) Batu Chalcedony terkadang juga disebut batu Kalsedon,Keladen adalah batu Mulia yang juga digemari para kolektor. Batu ini memiliki kekerasan sampi 7 skala Mohs. Berikut penjelasan tentang batu mulia ini Struktur Kimia dari Batu Chalcedony Struktur kimia dari Chalcedony adalah SiO2. Menurut situs Wikipedia : Chalcedony (kalsedon) adalah bentuk kriptokristalin dari silika, terdiri dari mineral kuarsa dan moganit yang saling bertumpuk. Kuarsa dan moganit merupakan mineral silika, namun kuarsa memiliki struktur trigonal sedangkan moganit bersifat monoklinik. Meski memiliki senyawa kimia yang identik dengan kuarsa, chalcedony bersifat lebih larut dibandingkan kuarsa pada temperatur yang rendah. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh kristal chalcedony yang lebih halus sehingga memiliki rasio luas permukaan dan volume yang lebih tinggi. Kelarutan yang lebih tinggi ini juga diperkirakan karena keberadaan mo…
Serba sulit untuk freeport yg serba berat
Relakah Anda bila saat ini negara kita mengeluarkan uang sekitar Rp 20 triliun untuk membeli 10 persen saham Freeport Indonesia (FI)?
Mungkin pertanyaan itu pertama-tama harus dijawab oleh mereka yang selama ini mendesak pemerintah agar memaksa Freeport mengurangi sahamnya di FI.
Kini (minggu lalu, Red) justru Freeport yang secara resmi menawarkannya kepada pemerintah.
Freeport minta agar pemerintah mengambil saham itu dengan nilai USD 1,7 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.
Hayo! Bagaimana pemerintah harus menjawab tawaran itu? Sungguh serbasalah.
Kalau saya sih jelas: tidak rela. Dengan membayar Rp 20 triliun, ditambah saham lama,
pemerintah baru memiliki 20 persen FI. Masih sangat minoritas. Tidak punya kekuasaan apa-apa
di perusahaan itu.
Di lain pihak, laporan-laporan media di Amerika mengerikan. Dilaporkan, kondisi keuangan Freeport tahun-tahun belakangan ini sangat-sangat mengecewakan.
Labanya terus memburuk. Pada 2014, tinggal USD 482 j…
Relakah Anda bila saat ini negara kita mengeluarkan uang sekitar Rp 20 triliun untuk membeli 10 persen saham Freeport Indonesia (FI)?
Mungkin pertanyaan itu pertama-tama harus dijawab oleh mereka yang selama ini mendesak pemerintah agar memaksa Freeport mengurangi sahamnya di FI.
Kini (minggu lalu, Red) justru Freeport yang secara resmi menawarkannya kepada pemerintah.
Freeport minta agar pemerintah mengambil saham itu dengan nilai USD 1,7 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.
Hayo! Bagaimana pemerintah harus menjawab tawaran itu? Sungguh serbasalah.
Kalau saya sih jelas: tidak rela. Dengan membayar Rp 20 triliun, ditambah saham lama,
pemerintah baru memiliki 20 persen FI. Masih sangat minoritas. Tidak punya kekuasaan apa-apa
di perusahaan itu.
Di lain pihak, laporan-laporan media di Amerika mengerikan. Dilaporkan, kondisi keuangan Freeport tahun-tahun belakangan ini sangat-sangat mengecewakan.
Labanya terus memburuk. Pada 2014, tinggal USD 482 j…
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar